Selasa, 24 Mei 2016

rinai hujan


BAGIAN 1

Seorang anak perempuan berusia lima tahun berjalan di sepanjang bibir sungai yang terlihat sangat jernih. Anak tersebut begitu mengagumi ribuan kubik air yang mengalir tenang di pandangannya. Ia terkenang pada Ayah dan Ibu yang sudah lebih dulu pergi ke langit. Meninggalkan dia sendiri di dunia ini tanpa orang tua dan tanpa kasih sayang mereka. Anak itu merasa rindu, untuk pertama kali di usianya yang masih belia, ia tidak bisa mendefinisikan perasaannya. 

***

Namaku Rintik. Aku seorang pengasuh di sebuah panti asuhan di pinggir kota. Sore ini aku sedang mencari anak perempuan berusia 5 tahun, rambutnya panjang melebihi siku, dan tingginya sama seperti tinggi sikuku. Terakhir aku menemukannya tidur di dalam kamar, tidak mau kuajak makan siang. Ketika akan kubangunkan untuk mandi, anak itu malah menghilang tanpa pamit. 

Aku tipikal orang yang mudah cemas dan aku memiliki banyak kekhawatiran. Anak itu, namanya Rindang, baru sekali ini keluar panti tanpa bilang. Takut berpikiran macam-macam ketika menunggu Rindang pulang, aku pamit kepada Ibu Suri pemilik panti dan mencarinya ke lingkungan sekitar. Tapi, Rindang tidak kutemukan dimana-mana. 

Aku mengembangkan payung yang kubawa. Sejak tadi siang, langit desa kami diselimuti awan mendung. Dan sore ini, hujan pun turun. Tepat ketika aku menemukan Rindang sedang berteduh di teras Pos Pengamat Banjir. 

"Rindaaaang..!", ku panggil ia sambil berlari kecil ke arahnya. 

"Kak Rintik..!", balasnya sambil melambaikan tangan dan senyum terkembang. 

Aku meletakkan payung yang masih terkembang di sembarang tempat. Ku raih pundak Rindang dan aku menatap tepat di kedua bola matanya yang besar. Dalam hati, aku ingin memarahi Rindang karena telah membuatku cemas. Tetapi, yang kulakukan justru bertanya alasan ia tidak pamit ketika keluar panti. 

"Apa yang terjadi? Kenapa kamu keluar tanpa bilang sama kakak, Rindang?"

"Rindang.. tadi lupa.. hehe.", katanya sambil mengembangkan senyumannya.

"Kalau begitu, jangan diulangi lagi ya lupanya.. Ayo pulang ke panti, sudah kakak bawakan payung. Keburu malam, kamu belum mandi loh."

***

Anak perempuan tadi kini berjalan bersama dengan seorang gadis. Usia gadis itu sekitar 17 tahun atau mungkin lebih. Ia mengenakan kaos lengan panjang dan rok setinggi lutut, rambutnya diikat ke belakang seperti ekor kuda, dan kulitnya putih seperti langsat. Mereka berdua berjalan di bawah hujan sambil mengembangkan payung berwarna pelangi. 

Sang gadis melingkarkan tangannya di pundak anak perempuan. Sesekali, mereka terlihat sedang mendiskusikan sesuatu. Hujan sudah semakin berkurang sejak mereka kembali dari Pos Pengamat Banjir. Menyisakan bau tanah yang sangat alami dan menenangkan. Burung-burung juga mulai keluar dari sarang untuk mencari makan.

Anak dan gadis perempuan itu langsung memasuki gerbang panti. Mereka berpelukan sebentar di halaman. Suasana mendung menyelimuti wajah sang gadis.Tak lama kemudian, ibu pemilik panti memanggil mereka untuk masuk, memecah susana haru yang sedang melingkup. 

***

Rindang bertanya ketika kami telah sampai di depan panti, "Kak, kenapa ya.. hujan kok.. bisa turun?"

Aku menelan ludah. Rindang menanyakan sesuatu yang sulit untuk ku dengar. Hujan  mengingatkanku tentang masa lalu. Tentang Ayah dan Ibu. Dulu, aku pernah menanyakan hal ini pada Ibu Suri, pemilik panti. Baiklah, kali ini akan kujawab pertanyaan Rindang dengan jawaban Ibu Suri.

"Itu karena hujan tau kalau bumi butuh air, Rindang.. Makanya hujan mau turun..", kataku sambil memeluk tubuh kecil Rindang. Aku menebak bahwa Rindang sedang memikirkan Ayah dan Ibu. 

Kami berdua kehilangan mereka ketika Rindang berusia tiga setengah tahun. Hujan turun sangat deras waktu itu. Ibu habis mengikuti arisan di rumah Ibu Suri yang berada di seberang sungai. Karena tidak membawa payung, Ibu jadi tidak lekas pulang. Ayah khawatir Ibu kemalaman disana. Lalu Ayah memutuskan untuk menjemput Ibu dengan membawa payung. Namun, jembatan bambu, yang Ayah dan Ibu lewati ketika kembali, roboh diterjang air bah dari arah hulu. Menyisakan kabar duka bagi aku, Rindang dan masyarakat di sekitar tempat tinggal kami. Sampai sekarang, jembatan itu tidak dibangun dengan bambu lagi tetapi diganti dengan jembatan baru yang lebih kokoh dan besar.

Ketika aku masih memeluk Rindang, Ibu Suri memanggil dan meminta kami untuk masuk. Rindang juga harus segera mandi sebelum hari gelap. Setelah ini, akan kupaksa ia makan meskipun suasana hatinya sedang buruk. Aku harus memutar kepalaku, mencari ide supaya Rindang tidak bad mood. Aku tidak tahu apa yang membuatnya sedih mengingat Ayah dan Ibu. Rindang biasanya ceria dan banyak bermain. Tapi hari ini Rindang menghabiskan waktu dengan tidur dan cenderung menghindar dari anak-anak panti. 

Saat membantu Rindang memakai baju kesukaannya, warna biru, ia bertanya lagi padaku, "Hujan berarti.. bisa.. bisa denger.. suara bumi, kak?"

"Hujan itu turun bukan karna bumi yang minta, Rindang. Hujan gak bisa denger. Tapi hujan tahu kebutuhan bumi."

"Kalau hujan.. tau Rindang.. butuh Ibu.. sama Ayah, apa hujan.. bakal bawa.. mereka.. turun ke bumi?", Rindang bertanya dengan mata sendu.  

"Bisa. Tapi apa Rindang gak kasian sama Ayah dan Ibu kalau turun sama hujan nanti badannya sakit semua? Bumi kan keras ya..", kataku sambil mencubit pipinya. "Coba kalau bumi empuk seperti pipinya Rindang ya, pasti Ayah dan Ibu ga sakit jatuhnya.." 

"Iya.. kasian Ayah.. sama Ibu.. kalau jatuh.. nanti sakit.. Tapi, aku mimpi.. kalo Ayah itu.. terbang.. terbang ke bumi.. sama Ibu.. trus.. trus.. ngeto-ngetok.. pintu panti, katanya nyariin Rindang.. sama kak Rintik juga.." Pelan-pelan Rindang mengutarakan isi hatinya.

Aku menyisir rambut Rindang yang setengah kering. Rindang lebih suka rambutnya diurai, tidak seperti aku yang lebih suka mengikatnya. "Jadi, tadi Rindang maen ke sungai mau nyari Ayah dan Ibu, ya?"

"I..iya.. Rindang pikir.. beneran kesini.. Tapi kayaknya.. Rindang mimpi.. ya kak.. Hehehe."


"Kalau Rindang mimpi seperti itu, berarti tandanya Rindang disayang sama Ayah dan Ibu. Ayah dan Ibu mau Rindang jadi anak yang baik dan ceria. Makanya, Ayah dan Ibu sesekali nengokin kesini.", kataku. "Sekarang Rindang ikut temen-temen ke ruang tamu ya, makan malam bareng-bareng." 

Tanpa bilang "ya" Rindang otomatis berlari ke ruang tamu. Waktunya makan malam. Waktu dimana semua anak panti berkumpul dan menceritakan kejadian yang mereka alami di sekolah. Rindang, yang belum bersekolah karena tahun lalu belum cukup usia untuk masuk, menjadi salah satu pendengar setia teman-temannya.

Aku bertolak ke meja makan panti dahulu. Aku mengambil jatah makan malamku dan Rindang. Kemudian membantu Ibu Suri membawakan gelas kosong ke ruang tamu. Rindang yang duduk manis di ruang tamu sudah bisa bercanda dengan teman-teman yang lain. 

Waktu makan hampir tiba. Semua anak di ruangan ini menunggu, tidak ada yang makan duluan, sebelum doa yang dipimpin oleh Ibu Suri dilakukan. Ketika makan, semuanya menjadi hening dan rapi. Tidak ada yang bercanda dan mengajak bicara ketika makanan mulai disantap. Selesai makan, semua piring kotor ditumpuk jadi satu di dalam ember dan setiap anak mengambil gelas kosong. Kemudian, Ibu Suri dan aku akan menuangkan air ke dalam gelas masing-masing anak yang sudah kembali duduk rapi di atas karpet. 

"Malam ini Ibu Suri punya pengumuman penting. Semuanya duduk yang rapi, ya.", kata Ibu Suri ditengah kesibukan anak panti meletakkan gelas kotor ke dalam ember. Semua kini duduk rapi di ruang tamu. Ibu Suri juga menahanku yang membawa ember hendak pergi ke tempat cuci piring. 

"Besok ada tamu yang mau datang, tamunya dari kakak-kakak Sanggar Seni Desa Sabrang Wetan. Seneng ga?"

"Seneng Ibu Suriiiiiiiii...!", kata anak-anak panti kompak. 

"Jadi, sepulang sekolah besok, semuanya langsung ganti baju. Kita menyambut kakak-kakak itu di gerbang panti, ya. Nanti, kita akan diajari caranya melukis, menggambar, menari, dan main musik. Siapa yang mau ikut belajar, angkat tangan?"

"Aku bu.. Ibu Suri aku mau..", kata Reno anak panti berusia 10 tahun.

"Aku juga bu, aku pingin diajari memasak..", kalau ini kata Reska, anak perempuan centil yang jago sekali bikin ulah. 

Pengumuman Ibu Suri berhasil membuat gaduh ruang tamu malam ini. Beberapa anak ada yang mulai menari-nari. Beberapa yang lain mulai menggores-gores tangannya di tembok panti. Selain itu, Rindang hanya  berteriak "Hore.. hore.." dan menertawai tingkah anak panti yang lucu-lucu.

Aku hanya menggeleng-geleng kepala lantas pergi ke tempat cuci piring dan membawa piring kotor yang sejenak tadi terlupakan. 

***
Aku kembali ke kamar setelah menyelesaikan tugas mencuci piring, yang dibantu oleh Ibu Suri dan anak-anak panti yang lain. Kutemui Rindang yang sedang membaca buku dongeng di atas kasurnya. "Rindang mau diajari apa besok, sayang?", tanyaku setelah aku duduk di sampingnya.

"Mau diajari.. menggambar.. hujan!", ungkapnya sambil mengangkat jari telunjuk ketika mengucapkan kata "hujan" dengan mata berbinar. 

***

Entahlah. Aku besok mau belajar apa ya? 

Rabu, 20 April 2016

katakan aku belum mati

Aku hidup di hari ini.
Aku belum mati.
Dengan semangat ini, aku tidak terperangkap masa lalu. Meski masa lalu terlihat lebih mudah dan menyenangkan untuk ku jalani. Meski masa lalu penuh salah dan gagal hingga sangat ingin kuulangi. 

Katakan aku masih hidup.
Aku maafkan semua kegagalan yang terjadi hari ini agar bisa menyambut datangnya esok pagi, masa depanku yang hangat menyinari. 
Aku berdamai dengan segala hal yang t'lah kulewati, agar tidak akan kubawa lagi rasa sesal dan dendam di hati. 

Aku bukan manusia yang terjebak di masa lalunya. 
Meski masa lalu terbayang indah.
Meski masa lalu terlihat cerah.
Meski masa lalu terasa gembira.
Masa depanku lebih berharga untuk kusiapkan semaksimal mungkin di hari ini. 

Katakan aku belum mati.
Jadi aku tidak boleh cepat menyerah. 
Segala hal patut aku selesaikan dan tuntaskan.
Segala masalah harus aku pecahkan dan solusi kan.
Segala hambatan pasti sanggup aku taklukkan dan hilangkan.

Ketika aku masih hidup, aku pasti punya potensi.
Jika lelah aku rasakan, itu karena aku seorang manusia nyata.
Semua yang kujalani, patut aku syukuri.
Semua yang kudapatkan, patut aku terima.
Semua yang kurasakan, patut aku jaga,
Semua yang kulepaskan, patut aku ikhlasi.

Karena hidup di hari ini, berarti melepas masa lalu, memandang masa depan. 
Dengan kesabaran dan rasa syukur, kita hidup di hari ini.
Dengan ikhtiar dan keikhlasan, hidup mudah kita telusur.
Yakini saja.
Bahwa kita belum mati.
Masih banyak yang layak kita perjuangkan hari ini.

Rabu, 30 Maret 2016

tanya rembulan

benarkah dalam hidup, kita ini seperti anak panah?
karena kadang, kita perlu sedikit berjalan mundur untuk melesat lebih cepat dan lebih jauh dari yang sebelumnya

****

benarkah dalam hidup, kita ini seperti pedagang?
karena kadang, untuk menjadi sukses, kita harus merasakan miskin dan susah, meniti jalan dari titik nol dimana semua bermula dari tidak ada sama sekali

****

benarkah dalam hidup, kita ini seperti peraup untung?
karena kadang, untuk meraih SATU hal yang lebih besar timbul konsekuensi kalau kita harus melepas satu hal yang menurut kita lebih kecil, bukan karena menganggapnya tidak penting, tapi karena SATU hal itu sifatnya begitu penting untuk kita 

****

benarkan dalam hidup, kita ini seperti roda bebas?
karena kadang, meskipun kita sering merasa diangkat ke atas lalu tiba-tiba dihempas ke bawah, namun waktu terus berjalan maju tanpa ada yang bisa menghentikannya kecuali angin tenang yang mematikan

****

benarkah dalam hidup, hanya beberapa dari kita yang mau menjadi matahari?
karena kadang, kita senang memberi hanya karena kita mencintai, tanpa peduli jika kita harus membakar diri kita dahulu sebelum memberi kehangatan bagi makhluk di bumi


-TanyaRembulan-

Rabu, 09 Maret 2016

"a" untuk ajaib

baru beberapa pekan lalu, ketika sebuah kata pamungkas ini muncul di kehidupanku..

singkat cerita, aku bersama teman-teman pengurus UJAR periode 2016 nge-camp di afdeling rayap Rembangan. kami datang sabtu pagi. berkumpul. bercanda ria. lalu masuk ke serangkaian acara yang serius tapi enjoy.

sesi pertama kita isi dengan perkenalan. sekalipun beberapa kami udah lebih dari akrab, tapi perkenalan tetap jadi sesuatu yang krusial di kepengurusan. supaya ga sekedar kenal, tapi juga akrab, setiap dari kami wajib memperkenalkan nama dengan menambahkan kata sifat yang diawali huruf yang sama dengan nama kita. namaku Arifah -barangkali sobat blogger disini blm tahu- dan aku berpikir keras tentang sifat apa yang cocok denganku.

Arifah-asyik? boleh juga, tapi rupaya seorang teman bernama Ari sudah duluan menyematkan kata asyik di belakang namanya. ah, jadi ga asik deeeh :''

Arifah-aja? haha. mana bisa ya, kesannya jayus. semakin terkenal tidak humoris saja ku nanti. namun sedetik kemudian, aku mendapat ide brilian kawan \./ /./ \.\ .

gimana kalau a..j..a.. ib! omaigat, mungkin terlalu keren sih tapi boleh juga dicoba. dan aku pun berakhir dengan julukan anak-ajaib, dokter-ajaib, sekre-ajaib dan ajaib2 lainnya.

pada awalnya, aku merasa tiada spesial dari pemberian di Afdeling rayap tempo hari. tapi, lambat laun, sebutan itu mulai cocok dengan diriku. julukan itu mengangkat ku menjadi lebih percaya diri daripada diriku yang dulu cupu. sematan itu pula yang membuatku setia memberi yang terbaik untuk semua yang kuhadapi setelah hari itu.

tidak lagi mudah patah semangat. aku justru pantang mundur sebelum semua tujuan tercapai, semua urusan selesai dengan sempurna. meski terkadang ku lelah dengan sifat perfeksionis yang terus menghantui setiap ada tugas, tapi ku sekarang tidak mudah dipatahkan seperti dulu. kata-kata selalu ajaib, bukan?

tidak lagi mudah marah. dan menurutku, perubahan ini lah yang sangat spesial dari tulisan ini. aku yang mudah marah, menjadi bisa mengontrol diriku lebih baik lagi. luar biasa. terimakasih Allah karena telah membuatku bisa lebih menata hatiku. ku yakin setan pasti cemberut dan menggerutu melihatku yang menjadi lebih sulit untuk ditaklukan lagi. hihihi..

terimakasih untuk "ajaib"

"when you need someone to encourage you but can't seem to found her/him, go get something beside that, like some words.. some advices.. some fun.. and for me, it works" 

abaikan tulisan ini, karena ku sedang bosan, ku jd gak jelas nulis2 sndiri :v

Sungai Bedadung katanya bikin kita dapet jodoh orang jember.. haha tp jangan percaya :3


Selasa, 08 Maret 2016

ketika amanah berbuah berkah *chapter satu*

tulisan kali ini, klo dianalisis lebih jauh, klo diresapi dengan sangat baper, nggak lain adalah lanjutan dari tulisanku sebelumnya.. mumpung masih sempat, mumpung masih hangat rasanya..

zzkk.. pengen nangis, nangis bahagia, BAHAGIA SEBAHAGIA-BAHAGIANYA orang yang lagi bahagia.. seperti orang yang habis dihempas ke jurang lalu diangkat dan diajak terbang.. awalnya lega, trus bahagia, jadi tambah semangat, selalu ceria, mulai menebar aura positif, sambil senyum, senang senyum, senyum yang paling manis setiap hari.. cek aja langsung ceritaku ya, yah, asik ga asik tetep asikin ajaaa :3




[Ketika Amanah Berbuah Berkah]

bulan oktober aku diberi amanah jadi koor acara untuk acara YANG KEREN ITU. yah, karena aku mengganggap diriku ini anak ayam -bukan anak elang- maka aku menolaknya mentah-mentah. menolak sekeras yang aku bisa. tapi bukan IMSAC namanya kalo ga memaksa anggotanya jd sesuatu. karena amanah ini pemberian bukan penawaran, alhasil, aku tetap dan fix maksimal jadi koor acara KEMAREN ITU

bulan november aku mulai berpikir keras. berpikir supaya acara ini jd bagus meski baru pertama kali diselenggarakan. berpikir supaya semuanya sempurna dan semuanya berakhir bahagia. berpikir supaya gengsi IMSAC naik karena acara ini sungguh ga bisa diremehkan. berpikir semuanya terlalu duniawi. terlalu materi. terlalu melebih-lebihkan kemampuan sendiri.

bulan desember aku dan kawan-kawan acara bekerja lebih keras. pagi kuliah, siang praktikum, sore rapat, lalu malam menyelesaikan pe-er dari rapat-rapat kami. saling berkoordinasi. bagi-bagi tugas. seru sekali memaparkan ide-ide briliant. kami semangat sekali mengungkapkan ide ini ide itu , konsep ini konsep itu, rekom ini rekom itu, dan ini-itu ini-itu lainnya yang saking banyak malah bkin kami pusing. tapi, dengan adanya keterbatasan biaya dan tenaga serta waktu, agak membantu kami mengurangi ini-itu yang sudah menumpuk ga karuan. konsep pun matang -emm mungkin setengah matang-. tapi lagi-lagi, ini soal materi. ini soal gengsi. ini soal pengakuan diri. ini masih terlalu orientasi duniawi. sayang sekali, terus begini tanpa kami semua sadari. 

bulan januari seharusnya menikmati indah masa berlibur. bulan januari ketika kami justru dibuat semakin pusing karena hari-h semakin dekat namun masih banyakkk sekali yang belum dikerjakan. tapi kenapa aku gatau diri hmm. malah senang-senang sama keluarga. malah lupa sama amanah koor acara. yang.. yahhh klo aku ini karyawati sebuah perusahaan, pasti sudah dipecat karena kerja nya ilang-ilangan. lari ketika dibutuhkan. so, di bulan januari, aku adalah crew yang gagal. gagal dalam aspek duniawinya, lebih pada aspek pekerjaan teknis acara. dan lagi-lagi, tanpa aku sadari, aku kecewa sekali. padahal, padahal ya padahal, do'a yang crew panjatkan selama liburan ini, jauh lebih berarti dibanding apapun. 

bulan februari, akkkk, semakin pusing. tentu saja. ACARA KEREN ITU bakal terjadi di awal maret dan pasti terjadi (atas izin Allah) tanpa bisa ditunda-tunda lagi. apa yang terjadi sama koor acara ini ya? yuk kita tengok lagi

tambah kurus kah... enggak juga soalnya ketika mikir tambah banyak, asupan gizinya juga ngikutin gitu, hihi. 

tambah cantik kah... nahhh itu dia, yang terjadi justru sebaliknyaaa hihi. penampakan koor acara semakin ancur dari hari ke hari, tiba-tiba tidur di sembarang tempat, tiba-tiba buka laptop di sembarang tempat, bikin juknis di sela-sela kuliah, ngetik ini ngetik itu, ngehubungin sana-sini buat konfirmasi, dikit2 koordinasi sama sie lain, kadang sungkan juga klo nambah2i tugas sie lain,

sudah kayak gitu, belum juga habis.. koor acara masih harus bantu-bantu promosi acara, masih harus ikut andil meriahin acara kampus yg lain-lain, masih ngurusi anak magang, masih ngurusi komunitas ku jugaa, tambah lagiii masih harus bangun pagi2 buat nyiapin tutorial di kampus (btw setiap senin-rabu-jumat aku selalu mulai tutorial jam 6 pagi kurang sedikit).. sudahlah.. sok sibuk banget ya deskripsinya, yang paling mengkhawatirkan adalah keadaan kamarku yg sebulan ini ga sempat "pernah rapi". semuanya kayak kapal pecah baik otak, pikiran, hati, serta kamar kos tercintaaahh..

bulan februari ketika h-14 hari. 
peserta terdaftar masih 10 persen dari target awal yang para petinggi rumuskan di awal pembentukan EVENT BADAI INI. suer, keganggu bangeeett sama angka itu, sungguh meresahkan. sempet ada bisikan gini ke hati, "fokus be, kamu itu koor acara ndang bkin aja konsepnya sebahagia mungkin." tapi di satu sisi ku ga tenang juga laa, yang akhirnya ku malah ikut2an fokus ke promosi. acara jd agak dilemaa gitu. mungkin ga sii, konsep ruangan segede rencana awal itu cuma keisi 10 persennya aja? seolah aku mau lomba bekelan di lapangan bola standar internasional. ga meriah sama sekali sodara pemirsa yang kucintaaaa... takut mengecewakan pemateri yg kece badaii ugaa huhuhu.

yap. h-14 ini jadi waktu yang sangat krusial buat semua koornya ACARA YANG MASYAALLAH ini. semuanya sibuk membuat plan A, plan B, plan C, dan seribu juta plan lain untuk jaga-jaga kemungkinan terburuk. tapi yang membuat semakin panik itu, ialah, rasa-rasanya, kok cuma koor aja yg panik? panitia di bawah koor itu suantainyaaa allahuakbar kak T.T. semangatnya ga kelihataaann.. euforia acaranya ga kedengeraaan, ga kerasaaa, kurang membahana. koor-koor pun merasa sediih. seperti kurang ada rasa saling memilikiii di perjuangan ini. peserta 10 persen target tapi gini-gini aja.

akhirnya kakak ketua umum IMSAC pun tega-tegaan sm koor-koor inti. dia memberi beban-beban moril kepada para koor. tolong memberi contoh. tolong memberi bimbingan. tolong menjadi yang paling terakhir semangat ketika yang lain sudah putus asa. tolong SHOLAT MALAMNYA DIJAGA. karena bergantung sama Allah itu penting banget! karena manusia itu aslinya lemah banget! karena Allah itu tanganNya mengulur panjang buat hamba-hamba yang berusaha meminta, yang berusaha menarik uluran tangan Allah untuk dirinya. apalagi ACARA FESTIVAL ini fokus sama DAKWAH, fokus sama CITA-CITA PERBAIKAN GENERASI ISLAM. 

h-14 menjadi titik perubahan kami, bahwa "Jangan ukur segalanya dari sisi materi atau sisi duniawi, karena hidup tidak untuk berakhir di dunia, tapi segala usaha kita di dunia ini, untuk memulai hidup baru yang paling baik di akhirat nanti."

h-14 juga jadi titik kesadaran kami, "Bahwa kami terlalu sombong untuk urusan ini. kami menganggap semua beres dengan hasil tangan-tangan lemah kami. kami lupa kalau hanya Allah yang bisa memastikan hasilnya, sedang kami hanya sampai pada menentukan sekeras apa harus berusaha."

oh Allah. terimakasih atas berkah pertama yang tiada terkira.

lanjut chapter berikutnya.. gas poool

Jumat, 26 Februari 2016

saat amanah memilihmu: tidak akan ada habisnya

"..sahabat, percayalah
amanah tidak akan pernah salah memilihmu
karena ia datang dari Yang Maha Memberi Pertolongan
dan semoga kita termasuk orang-orang yang amanah.."


Saat Amanah Memilih
kalau kamu seorang mahasiswa aktif (aktivis) di kampus, pasti tidak asing dengan hal yang disebut amanah, jobdesk, PJ proker, atau hal-hal semacam itu, yang identik dengan tugas non akademis. adakah di antara kamu yang selalu menginginkan hal itu? 

ketika amanah mendatangimu kesekian kalinya. suatu waktu kamu menolaknya keras-keras saat ditawari. penawaran kedua kamu masih teguh dalam penolakan. hingga penawaran demi penawaran, kamu terpengaruh, merasa iba, dan merasa boleh juga untuk dicoba. kamu pun menerima nya dengan sedikit keraguan. dalam perjalanan kamu melewati banyak kesulitan. meski orang-orang di sekitarmu mempercayaimu, tak bisa dipungkiri kamu merasakan pahitnya, hampir putus asanya, kamu berusaha menyelesaikan apa yg dipercayakan jutaan umat kepadamu.

amanah mu tidak pernah habis?
maka beruntung sekali, karena orang pilihan sepertimu bisa merasakan betapa-waktu-tidak-pernah-terlewat-dengan-sia-sia.. orang sepertimu telah mencapai nikmatnya lelah dalam mendaki setiap kesulitan.. orang sepertimu dirahmati rasa ikhlas dan kepuasan batin ketika berhasil membuat semuanya sesuai rencana.. usahamu, tiada ternilai harganya. pengorbananmu, menyimpan banyak kebaikan sesudahnya.

ibadah mu terganggu? 
tidak.. jangan seperti itu. amanah itu datang untuk menempa mu menjadi intan permata yang berkilauan di muka bumi. Allah yang mengirim amanah kepadamu, karena Dia ingin mencetak intan dalam jiwamu, ingin mendekat dan semakin dekat ke hamba yang amanah sepertimu.. justru ketika semakin banyak amanah di bahu, semakin berat keinginan untuk bersujud ke hadapan-Nya, meminta petunjuk, memohon uluran tangan Allah dalam setiap kesulitanmu, serta menyerahkan seluruh hasil usahamu kepada Allah Yang Maha Pemurah, Mahakuasa, Mahabesar.. dimana setiap urusan adalah kecil dan sangat mudah diwujudkan oleh-Nya.. 

sudahkan nikmat yang tiada habisnya ini kau alami?

karena saat amanah memilihmu, ia tidak akan ada habisnya.. tidak akan ada habisnya, kebaikan yang amanah itu hadiahkan kepadamu..

amanah? do it like a pro or it will get you done with nothing!

Jumat, 19 Februari 2016

A beatiful pray: When your best friend getting married soon and you desperately can't be there

Aku berdoa untuk seorang lelaki, yang akan menjadi bagian dari hidup sahabatku, lelaki yang sungguh mencintai-Mu lebih dari apapun
Aku berdoa untuk seorang lelaki, yang telah memantapkan hati untuk sahabatku, memberikannya posisi kedua di hatinya setelah posisi pertama oleh diri-Mu
Aku berdoa untuk seorang lelaki, yang mempunyai hati yang tulus dan ridho mencintai-Mu serta senantiasa menauladani sifat-sifat agung-Mu
Aku berdoa untuk seorang lelaki, yang mengetahui untuk siapa dan apa ia hidup dan menjalani kehidupan tanpa pernah menyia-nyiakannya, seorang lelaki yang punya hati bersih dan suci, lemah lembut dan santun, serta cerdas dan kaya hati

Aku berdoa untuk seorang lelaki yang tidak hanya mencintai sahabatku tapi juga menghormatinya, yang tidak hanya memuja sahabatku tapi juga membimbingnya ke jalan surga, yang mencintainya tidak hanya karena kecantikan fisik tapi juga karena hatinya.

Aku berdoa
Untuk seorang lelaki,
yang akan menjadi teman terbaik sahabatku dalam tiap kondisi dan sepanjang masa
Seorang lelaki, yang akan membuatnya merasa perempuan paling beruntung di seluruh alam raya
Seorang lelaki, yang membutuhkan dukungannya sebagai peneguh, do'anya sebagai jalan yang mulus, senyumannya sebagai pelepas lara dan peluh,
Seorang lelaki yang membutuhkan dirinya menjadi sebuah agama yang sempurna.

Dan aku juga meminta
Jadikan sahabatku ini menjadi kebanggaan utama calon suaminya
Berikan kepadanya sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu, sebuah hati yang dapat mencintainya dengan cinta-Mu
Turunkanlah sifat-Mu yang lembut sehingga kecantikannya tidak pernah palsu
Ulurkanlah tangan-Mu ketika ia lemah dan berharap lalu memohon dari-Mu

Ya Rabb, Engkau berikan dia penglihatan-Mu sehingga ia dapat melihat banyak hal baik dalam diri suaminya kelak
Engkai berikan mulut-Mu yang penuh dengan kata-kata indah dan pemberi semangat, sehingga dia dapat mendukung suaminya kelak, menemaninya dengan kata-kata yang baik dan menentramkan hati setiap hari

Ya Rabbi,
Aku mengetahui bahwa Engkau yang telah menjadikan mereka bertemu pada waktu yang tepat, dengan seluruh skenario indah-Mu, Engkau jadikan kisah mereka suatu kehidupan yang sempurna, sakinah, mawaddah, dan penuh kasing sayang.

Aamiin.

For my beloved rommate, that I'm so happy to hear you soon getting married,
May good bless you two, Nida Khansa Nazhihah :)

Sabtu, 13 Februari 2016

sebuah film untuk para ibu, calon ibu, anak-anak: "Ada Surga di Rumahmu"

kangen pesantren kak? coba tonton film ini. wajib!

kangen ibu kak? kangen ga kangen, super wajib nonton film ini!


"Tak perlulah engkau jauh-jauh mencari surganya Allah. tak perlu bersusah pergi haji, sedekah sampai negeri seberang, berperang ke timur tengah. karena sesungguhnya, surga yang paling dekat ada di rumahmu. Ibumu.. dan ridho Ibu Bapakmu.."

sebuah film religi terbaik sepanjang masa, kaya akan hikmah yang luar biasa, penerapan islam yang mumpuni.. mari menjadi Uwais Al-Qarni berikutnya, yang setia menggendong ibunya ke Ka'bah untuk ibadah haji hingga melepuh kakinya.

tidak perlu melakukan sebanyak Uwais

cukup sayang Ibu, nomor satukan ibu dari seluruh wanita lain di dunia ini

karena, seluruh tetes darah Ibu ketika melahirkanmu, tidak akan bisa kau balas sedikitpun, bahkan setetes darah pun, tidak akan pernah terbalas oleh perbuatan baikmu pada ibumu.

saksikanlah, versi youtube nya


Senin, 08 Februari 2016

to give or to take?

Jika aku selalu meminta sesuatu dari orang lain, aku tak akan pernah bahagia, karena aku pun tak pernah tahu apa yang sesungguhnya aku butuhkan.

Namun, jika aku selalu memberi sesuatu pada orang lain, aku mungkin bisa bahagia, karena aku jauh lebih mengerti apa yang kumiliki dan itu lah yang sedang mereka butuhkan.

Mata di balik jendela

Anak pelangi itu, suka sekali sendiri
Anak itu, suka sekali menunggu
Anak itu, suka sekali menyerahkan segalanya pada siapapun
Berapa lama pun aku mengenalnya, dia memang persis seperti itu
Ketika dia gemar memandangi kehidupan di sekitarnya, melalui sebuah jendela raksasa, sebuah kehidupan yang terlihat hangat dari hatinya
Anak itu hanya duduk diam
Namun kehidupan di sekelilingnya melaju dengan sangat pesat
Kulihat air mukanya
Dia seperti anak manusia yang kelelahan menghadapi cepatnya laju waktu
Anak itu lalu mengeluh karena waktu begitu gesit berlalu
Apakah ke-hampir-sempurnaan manusia tetap tidak bisa mengatasinya?
Apakah waktu menandingi makhluk yang hampir sempurna di jagat raya ini?
Anak itu luluh oleh waktu
Kalah mengejar cepatnya waktu berlalu
Tik.. tok.. tik.. tok..
Sang anak telah lumpuh
Detik demi detik di depan jendela telah berlalu dengan sia-sia
Anak terkalahkan
Kini air matanya menetes satu demi satu
Hingga kering seluruh keningnya

Anak ini menyesali waktu dan kehidupannya yang melaju lebih cepat dari apa pun
Setiap detik nya berlalu buru-buru
Hingga anak ini kehilangan keluarganya
Bukan secara fisik, tapi secara ruhani, keluarga di sekelilingnya mulai pudar

Catatan seorang anak anti sosial di ujung bukit
Jember, 08 Februari 2016

Senin, 23 November 2015

Jung Dong Ha - The Day (D-Day OST) Lyrics


ini postingan ku tentang korea yang pertama kali dan tidak bisa dipastikan aku akan melakukannya lagi. tapi kali ini aku benar-benar terkesima dengan karya orang korea. sebuah drama yang hampir tamat tayang di negeri ginseng ini berjudul "D-Day". tentang segala kekacauan yang terjadi di Seoul setelah diguncang gempa sebesar 6,5 SR. semua infrastruktur kolaps, negara hampir bangkrut, fasilitas kesehatan dibuat khawatir tentang keterbatasan tenaga dan biaya tetapi pasien yang berdatangan tidak kunjung berakhir.

apa yang membuatku kagum ialah konsen drama menceritakan kekacauan di sebuah rumah sakit swasta. plot yang berpusat pada seorang dokter bedah umum ganteng di sebuah ER rumah sakit pusat kanker Seoul, sering sekali membuat diriku terinspirasi. dokter ganteng itu memiliki idealisme kuat sebagai dokter bedah.. tidak takut pada ancaman malpraktek dari pasien.. karena tujuannya hanya menyelematkan satu nyawa lagi. walaupun dengan kelengkapan minimal, ancaman dari direktur rumah sakit untuk menahan izin prakteknya, serta ibunya sedang dalam keadaan vegetatif karena malpraktek rekan sejawatnya.. 

ya. karena menjadi dokter bedah, seorang dokter merasa benar-benar sedang memperbaiki pasiennya. berikut ini OST paling enak dari drama yang aku ceritakan.. 


Hangul

무너져 내린 세상에
덩그러니 버려진 날
그 날만큼의 무게로
눈물이 툭 떨어진다

사랑이 멈춰진 그 곳에
내가 있을게
포기하지 않는 그댈 믿고 있어
어둠 속에선 더 환히 빛날 테니까

우리가 꿈을 꾸던 그날이 오면
기적처럼 그날이 되면
온 세상도 다시 빛날 거야
간절하게 바라던 그 날
그 날까지 여기 함께 할
내 사랑을 그대 놓지 말아줘

삶의 단 한 번의 숨결
남아 있는 전부여도
갈라진 세상 틈에서
무엇보다 화려하리

부서진 행복의 조각에
상처 난 마음 아물지 않아도
포기할 수 없어
세상 끝에서 우린 더 빛날 테니까

우리가 꿈을 꾸던 그날이 오면
기적처럼 그날이 되면
온 세상도 다시 빛날 거야
간절하게 바라던 그 날
그 날까지 여기 함께 할
내 사랑을
그대 놓지 말아줘

이렇게 절망 속에 갇힌 별들이
우릴 위해 빛나고 있어
어둠 속에 더욱 빛을 내며
간절했던 희망의 그 날
그 날까지 여기 함께 할
이 사랑이 우릴 비춰줄 거야

Romanization
muneojyeo naerin sesange
deonggeureoni beoryeojin nal
geu nalmankeumui mugero
nunmuri tuk tteoreojinda

sarangi meomchwojin geu gose
naega isseulge
pogihaji anhneun geudael mitgo isseo
eodum sogeseon deo hwanhi biccnal tenikka

uriga kkumeul kkudeon geunari omyeon
gijeokcheoreom geunari doemyeon
on sesangdo dasi biccnal geoya
ganjeolhage baradeon geu nal
geu nalkkaji yeogi hamkke hal
nae sarangeul geudae nohji marajwo

salmui dan han beonui sumgyeol
nama issneun jeonbuyeodo
gallajin sesang teumeseo
mueosboda hwaryeohari

buseojin haengbogui jogage
sangcheo nan maeum amulji anhado
pogihal su eopseo
sesang kkeuteseo urin deo biccnal tenikka

uriga kkumeul kkudeon geunari omyeon
gijeokcheoreom geunari doemyeon
on sesangdo dasi biccnal geoya
ganjeolhage baradeon geu nal
geu nalkkaji yeogi hamkke hal
nae sarangeul
geudae nohji marajwo

ireohge jeolmang soge gathin byeoldeuri
uril wihae biccnago isseo
eodum soge deouk bicceul naemyeo
ganjeolhaessdeon huimangui geu nal
geu nalkkaji yeogi hamkke hal
i sarangi uril bichwojul geoya

English
In a world that is crumbling down
You abandoned me
Tear fall down from the weight of that day

In that palace where love stopped
I'll be there
Don't give up, i believe in you
Because you shine brighter in the world

The dreams we dreamed, when that day comes
When that day comes, like a miracle
The whole world will shine again
The day we desperately hope for
I'll be right here with you until that day
Please don't let go of my love

When there's only a single breath of life remaining
The world is more colorful when it's divided

Broken pieces of happiness
My wounded heart doesn't heal
I can't give up
Till the end of the world
We'll shine brighter

The dreams we dreamed, when that day comes
When that day comes, like a miracle
The whole world will shine again
The day we desperately hope for
I'll be right here with you util that day
Please don't let go of my love

Like this, the stars trapped in despair
Are shining for us
Shining brighter in the dark
The day we desperately hope for
I'll be right here with you until that day
This love will shine for us

Bahasa Indonesia
Dalam dunia yang runtuh
Kamu meninggalkanku
Air mata jatuh karena beratnya hari itu

Di tempat di mana cinta berhenti
Aku akan berada di sana
Jangan menyerah, aku percaya padamu
Karena kamu bersinar terang di dunia

Mimpi yang kita angankan, saat hari itu tiba
Saat hari itu tiba, seperti sebuah keajaiban
Seluruh dunia akan bersinar lagi
Hari di mana kita sangat berharap
Aku akan di sini bersamamu sampai hari itu tiba
Tolong jangan biarkan cintaku pergi

Ketika hanya ada satu napas kehidupan yang tersisa
Dunia ini lebih berwarna ketika itu dibagi

Kepingan kebahagiaan
Hatiku yang terluka belum sembuh
Aku tidak bisa menyerah
Sampai akhir dunia
Kita akan bersinar terang

Mimpi yang kita angankan, saat hari itu tiba
Saat hari itu tiba, seperti sebuah keajaiban
Seluruh dunia akan bersinar lagi
Hari di mana kita sangat berharap
Aku akan di sini bersamamu sampai hari itu tiba
Tolong jangan biarkan cintaku pergi

Beginilah, bintang-bintang terjebak dalam keputusasaan
Bersinar untuk kita
Bersinar terang dalam kegelapan
Hari di mana kita sangat berharap
Aku akan di sini bersamamu sampai hari itu tiba
Cinta ini akan bersinar untuk kita

ujian kehilangan

selamat akhir November, gaes..
tidak terasa 2015 segera berakhir, sebentar lagi kita kehilangan 1 tahun masa hidup kita.. 

aku pun
juga mengalami banyak kehilangan akhir-akhir ini.
kehilangan ku berturut-turut. mulai dari barang kecil hingga hal yang sangat besar. kehilangan apa yang menurutmu paling berat, gaes? kehilangan uang atau kehilangan teman?

apa sebenarnya tujuan dari kehilangan yang kualami? 
mengingatkan kepada ku untuk lebih menjada serta waspada atau mengingatkan kita untuk bersabar? mungkin dua-duanya, atau mungkin bukan. seseorang jelas akan lelah jika harus melewati banyak kehilangan, seperti aku ini. tapi karena Allah menyuruhku untuk bersabar, aku jadi lelah karena berusaha menyabarkan diri.

ujian kehilangan.
jadi ketika aku meletakkan keyword di google "jika kehilangan barang", sebuah kata "titipan" muncul dan membuatku ingin membuka situsnya.. jadi, kuncinya pada kata titipan. semua yang selama ini kita kira milik kita, ternyata hanya sebuah titipan dari Allah Swt. pun tidak masalah ketika titipan itu diambil lagi, bukan? kenapa harus lelah melepas apa yang bukan milik kita?

seperti aku yang kehilangan teman, seperti aku yang kehilangan barang yang bahkan membeli nya pun masih dengan uang pemberian orang tua, juga seperti aku yang kehilangan semangat diri.. kita tidak perlu terlalu bersedih dengan kehilangan, gaes.. juga tidak perlu terlalu senang dengan hadiah.. karena, lho, semuanya HANYA TITIPAN. sewaktu-waktu, hadiah kita akan hilang, dan kehilangan kita akan diganti dengan hadiah yang lain.. 

Minggu, 01 November 2015

orang hebat itu menulis

Orang yang berpendidikan akan menjaga martabatnya dengan menulis. Katanya, karena ilmu yang hanya dimiliki sendiri menandakan ia seseorang yang pelit. Ketika ilmu tidak mau dibagi, ilmu menjadi tidak memiliki makna. Ilmu dicari, ilmu dipahami untuk kemudian dicatat dan disampaikan kembali. Ilmu dipelajari untuk diajarkan kembali. Ilmu dibagi agar semakin banyak yang mendapatkan. Dalam tulisan, dalan rekaman suara, dalam gambar, atau dalam video.

Tapi menulis. Semua orang pasti pernah menulis. Tapi tidak semua tulisan menjadi ilmu.
Bahkan, tulisanku, hanya sedikit yang berisi ilmu. Hanya sekian yang menjadi inspirasi. 

Buatku, mempelajari ilmu itu sulit. Mengajarkannya, tentu lebih sulit. Walau begitu aku u tetap menulis. Meski sekedar memberi inspirasi. Meski sekedar untuk rekreasi. Hingga suatu saat ketika ilmu telah kumiliki, aku akan menuliskannya kembali dengan baik. 

Begitu juga kamu. Kita pasti bisa mengabadikan, setidaknya satu bagian kecil dari ilmu yang amat luas, hingga tak terbayang batas-batasnya. Menulis dimulai dari hal kecil. Menulis dimulai dari hal sederhana. Tapi menulis itu pekerjaan besar. Yang manfaatnya sungguh tak terkira hingga tak ada yang pernah membayangkannya. 

#MenulisKebaikan #MenulisKehidupan #OrangHebatItuMenulis 

sesi curhat: menyapa sabtu, aku menyapa bahagia

Bendera kami selalu megah karena dia hanya dikibarkan di tempat tinggi dan berkawan langit. 

Selamat pagi!

Pukul 07.00 pagi.

Pagi selalu cerah jika aku bisa berjalan-jalan, bertemu orang-orang, tanpa harus berlama-lama di balik dinding kos hanya menyiapkan sesuatu tidak jelas dan enggan keluar. Hari itu Sabtu, hari yang indah dan bendera itu menggambarkan sekali suasana hatiku. Berkibar, bergelora, penuh semangat tanpa peduli alang rintang, sejuk, dan rasanya menyenangkan. Andai aku bisa mengatakannya, bahagia sekali bisa menyapa dunia sepagi itu. 

Hanya setiap Sabtu, aku merasa hidup seperti itu. Cerah dan ceria seperti biasanya aku. Tidak bosan, tidak jengah, tidak patah arang meski aku hanya lihat jalan yang menanjak di depanku. Meski lelah sekali perjalanan menuju tempat itu. Hanya ada dua

Rabu, 21 Oktober 2015

bulan setengah bulat

"Bulan Setengan Bulat"

setengah bulat
setengah utuh
seperti setengah perjalanan kita
sudah setengah dasawarsa

"kamu dimana?"
aku tanyakan pada bulan
tapi dia menjawab setengah-setengah
mungkin nanti menunggu purnama
dan dia menjawab penuh kesungguhan

setiap malam
kupandangi bulan
kuberikan satu pertanyaan
pertanyaan itu sama
tapi jawaban tidak pernah tiba

sudahlah
"kamu dimana?"

"apa sedang memandang bulan juga disana?"

wahai, bulan setengah bulat
sampaikan padanya
lalu sampaikan kembali padaku
"apa kabar?"
"aku baik-baik saja"

begitu saja cukup
karena malam semakin dingin
selamat malam, bulan
tak sabar melihatmu utuh dan bercahaya paling terang

sampai jumpa
semoga esok kita bertemu
semoga esok selalu bahagia